
Bismillahirrahmanirrahiim…
Alhamdulillahi rabil ‘alamin, hamdan na’imin, hamdan syakirin, hamdan yukafi wani’imahu yukafi maziidah, rabbana lakal hamdu kama yambaghi li jalali wajhikal kariimi shulthonik, Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad wa’ali ali sayyidina Muhammad.
Ya Allah Rabb kami yang maha pemberi Rahmat dan Karunia, di pagi yang Cerah ini kami berkumpul mengucap syukur atas segala nikmat-nikmat-Mu, Ni’mat yang melimpah, ni’mat yg tiada mungkin kami dapat untuk menghitungnya wainta’uddu ni’matallahi la tuhsu ha. Untuk itu Ya Allah Jadikanlah kami semua sebagai hamba yang senantiasa bersyukur.
Ya Allah di saat gedung-gedung yang kami bangun semakin tinggi, akan tetapi ahlak kami semakin rendah, disaat jalan-jalan yang kami buat semakin lebar akan tetapi semakin sempit pikiran-pikiran kami,
untuk itu ya Allah perbaikilah senantiasa ahlak kami, ahlak keluarga kami dan ahlak anak anak kami.
Ya Allah di saat rumah-rumah yg kami bangun semakin indah, akan tetapi semakin sedikit waktu kami untuk menikmatinya,
oleh karena itu Ya Allah berkahilah senantiasa waktu kehidupan kami.
Ya Allah Engkau berikan sekarang kemudahan-kemudahan kepada kami, akan tetapi kami semakin terasa sulit untuk berbagi,
untuk itu Ya Allah Tuhan kami berikanlah senantiasa kepada kami hati yang lunak dan hati yg lembut kepada kami.
Ya Allah Yang Maha Kuasa. satu persatu teman kami, saudara kami, Engkau Panggil Ya Allah, Aldian Helda Anasti, Handono,
Allohummaghfirlahum, warhamhum wa’afihim wa’fu’anhum…
Ya Allah Ampunilah, sayangilah dan maafkanlah segala kesalahan mereka. Tempatkanlah mereka di roudhoh min riyadhil jannah…… di taman dari salah satu taman2 di surga-Mu ya Allah
Ya Allah banyak juga diantara kami, keluarga kami sekarang ini sedang menderita penyakit..untuk itu ya Allah pada pagi ini kami berdoa
“Sembuhkanlah mereka Ya Allah…
angkatlah penyakit2 mereka ya Allah..
mudahkanlah segala urusan kami ya Allah….
Ya Allah pada pagi hari ini kami berkumpul untuk mempererat ikatan hati-hati kami…
untuk menguatkan persaudaraan di antara kami…
untuk menjalin kebersamaan diantara kami.
Untuk itu Ya Allah berkahillah acara ini……..tetapkanlah senantiasa kebersamaan di hati-hati kami. Eratkanlah senantiasa persatuan dan persaudaraan di hati kami.
Ya Allah berikanlah senantiasa kedamaian dan ketenteraman di tempat manapun kami berada….
Ya Allah pada kesempatan ini juga kami juga ingin berdoa untuk ayahanda dan Ibunda kami..
yang telah mengasuh, membimbing, memelihara kami sehingga kami bisa menjadi seperti sekarang ini…
RABBIGHFIRLI WALIWALIDAYYA WARHAMHUMA KAMA RABBAYANI SHOGHIRO
Berikanlah keberkahan dan kesehatan kepada orang tua-orangtua kami. Lapangkanlah kuburnya seandainya mereka telah tiada…Ya Allah ampunilah mereka…Ya Allah cintailah/kasihilah/sayangilah mereka sebagaimana mereka demikian sayang kepada kami
Ampunilah dosa kami yang senantiasa durhaka kepada orang tua kami
Ayahanda dan Ibunda…..
kami tahu kadang ayah dan bunda berdusta pada kami…….
Ketika ananda dulu makan……
bunda memindahkan nasi punya bunda pada kami… bunda berdusta dengan mengatakan “Bunda tidak lapar, makanlah nak”
Ketika kami mendapatkan ikan dari hasil pancingan, bunda memasak masakan yang enak dan bergizi dengan ikan tersebut,
bunda hanya memakan sisa ikan tersebut…
bunda berdusta kepada kami….. “Makanlah nak…. bunda tidak suka ikan…..
Ketika kami dalam kesulitan…..
kami semua harus sekolah…
suatu malam kami terbangun melihat bunda masih bekerja demi agar kami bisa sekolah….
ketika kami tanya “Bunda kenapa belum tidur?”….Bunda berdusta pada kami….
“Cepatlah tidur lagi nak…Bunda Tidak capek kok”

Ketika kami baru masuk sekolah dasar dan kami masih enggan masuk sekolah…
bunda mengantarkan kami, bunda menunggu kami, ketika lonceng berbunyi….
bunda menyambut kami dengan sebotol teh manis dengan peluh dan keringat yang membasahi Bunda…kami pun memberikan kembali botol tersebut pada Bunda…
tapi Bunda berdusta kepada Kami dengan mengatakan ….
Bunda belum haus minumlah dulu……..
Bunda…….kami masih ingat ketika kami memakan 1 telor dadar yang diiris-iris dan dibagi untuk ananda dan adik-adik ….
Ananda bertanya mana telor untuk Bunda…….
Bunda berdusta dengan menjawab..
“Nanti Bunda masak lagi…………….

Bunda , ketika Bunda dengan tubuh yang lemah terbaring sakitpun,
Bunda tersenyum kepada kami dengan menahan rasa sakit yang sangat.
Bunda masih berdusta pada kami……..
kami tak kuat menahan air mata kami. Tapi Bunda masih berdusta dengan mengatakan
” jangan menangis sayang…..bunda nggak apa-apa……
Bunda kami tahu sekarang arti dusta Bunda kepada kami…..
Bunda teramat sayang dan cinta kepada kami..
Masih senantiasa teringat dalam benak kami…
Ketika kami muda betapa Ibunda ingin memeluk kami ..
tapi kami mengunci kamar kami…..
Ketika sebagian dari kami lulus SMA Ibunda kami menangis terharu…..
tapi kami malah berpesta dengan teman-teman kami..
Ketika Ibunda & Ayahanda kami membayar uang kuliah dan mengantar kami kuliah pertama…
tapi kami malah minta diturunkan di gerbang kampus karena malu dengan teman-teman kami..
Ketika mereka membantu biaya pernikahan…..
akan tetapi malah kami menjauh pindah beratus kilometer dari mereka …
Ketika dia memberi nasehat cara merawat bayi……tetapi kami malah berkomentar “Maaf Bunda zaman sudah berubah……
Ketika mereka memendam rindu ingin bertemu kami…akan tetapi apa Jawaban kami “Maaf Bunda kami sibuk dengan pekerjaan kami……………
Ketika di Usia mereka lanjut dan sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatan kami….
sebagai gantinya malah kami membaca pengaruh negatif orangtua yang menumpang di rumah cucu-cucunya……
Sehingga ketika sebagian dari orangtua kami Engkau Panggil….
Baru terasa seperti sebuah palu godam yang meremukan hati kami…
ternyata kami belum melakukan apapun untuk kedua orangtua kami…
Untuk itu Ya Allah ampunilah kedurhakaan kami…
Ya Allah senantiasa perbaiki ahlak kami…
Ya Allah rahmatillah senantiasa orangtua kami.
Ya Allah cintailah/kasihilah/sayangilah mereka sebagaimana mereka demikian sayang kepada kami………
Bunda ayahanda terima kasih atas segalanya…………..
Bunda Ayahanda kami rindu padamu saat ini…..
Bunda ayahanda kami ingin engkau hadir bersama kami………
Bunda Ayahanda maafkan segala kenakalan kami…………..

Ya Allah ampunilah kedurhakaan kami……
Ya Allah rahmatillah senantiasa ayah bunda kami kami.
Ya Allah cintailah…. Kasihilah….. sayangilah mereka sebagaimana mereka demikian sayang kepada kami……………………………………..
Ya Allah Berikanlah kepada kami kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat ( Rabbana atina fid dunia hasanah wa fil akhirati hasanah wakina ‘adza bannar )
Subhanakarabbika rabbil ‘izzati ‘amma yasifun wasalamun alal mursalin wal hamduliilahri rabbil alamin.
: ditulis dan dibacakan oleh Mufti Arkan di acara di Situ Gintung