Pepatah mengatakan tidak ada pesta yang tidak pernah berakhir. Pada saatnya, pesta pasti akan berakhir. Karena persiapan pesta dilakukan secara sadar dan melibatkan banyak pihak, sebaiknya cara mengakhirinya pun tidak sepihak. Cukuplah kepala rumah tangga dan para tetua kelurga yang turun tangan. Apalagi karena tidak semua yang ikut dalam ruang pesta turut menikmati atau mabuk dalam kegembiraan.
Peristiwa Jum’at kelabu merupakan contoh cara-cara pengakhiran sebuah pesta yang sama sekali tidak etis dan tidak fair. Mengapa ? Baca entri selengkapnya »
Arsip untuk Juni 4th, 2008
Kok Begini Caranya…?
Ditulis oleh angkatanenambeacukai di/pada Juni 4, 2008
Ditulis dalam Berita | Bertanda: BC1, KPK, KPU | 5 Komentar »
Mengapa Kau Bakar Rumah Singgahmu Sendiri
Ditulis oleh angkatanenambeacukai di/pada Juni 4, 2008
Mengapa kau bakar rumah singgahmu sendiri
Dengan api
Yang tak kau ukur panasnya
Yang tak kau sediakan alat pemadamnya
Sementara anak-anak mu sedang mengeja di dalamnya
Dengan Pena yang diharapkan akan tertulis kebaikan kebenaran
Pada papan waktu yang dijalani untuk sebuah perjuangan
.
Mengapa kau bakar rumah singgahmu sendiri
(Kalau kau hanya ingin menjerakan anak-anakmu sendiri, mengapa tidak dengan hati… )
.
Mengapa kau bakar rumah singgahmu sendiri
Nyala api
Bara
Hangus
Musnah
Arang
Abu
dan Mati
.
Kau pun perlahan pergi
Ditulis dalam Uncategorized | Bertanda: bakar, rumah | 5 Komentar »
KEBAHAGIAAN DAN PENDERITAAN
Ditulis oleh angkatanenambeacukai di/pada Juni 4, 2008
Kebahagiaan cantik dan seksi. Penderitaan juga cantik dan seksi. Sukses itu atraktif. Gagal juga atraktif. Dalam lapisan-lapisan kehidupan seperti ini, dimana-mana tersedia senyuman. Janganlah sahabat baik, musuh yang paling berbahaya pun terlihat tersenyum. Bukankah musuh hanya guru yang bertopeng ?
…………..
Kesedihan yang paling dalam pun sebenarnya membawa berkah. Ia tidak menorehkan luka, tetapi membukakan kesempatan utuk meminum air suci kehidupan dalam kegelapan. Pada kedalaman hidup seperti ini, tidak ada pasar kehidupan yang dimonopoli kebahagiaan. Yang ada hanyalah rasa syukur dalam mengayunkan setiap langkah
Sumber :
Gede Prama/Jejak-Jejak Makna/Kebahagiaan Berhenti Memonopolo/hal 176 – 177
Ditulis dalam Uncategorized | Bertanda: gagal, guru, kebahagiaan, penderitaan, sukses, topeng | Leave a Comment »